Breaking

Elnusa dan PHR Zona 4 Optimalkan Sumur GNK-114, Hasil Uji Gabungan Capai 5.605 Barel Minyak per Hari

Elnusa dan PHR Zona 4 Optimalkan Sumur GNK-114, Hasil Uji Gabungan Capai 5.605 Barel Minyak per Hari
Bagikan

AKTUALKITA | PRABUMULIH — PT Elnusa Tbk (Elnusa, IDX: ELSA) bersama Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 atau Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memperkuat kolaborasi dalam pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas) melalui penerapan teknologi Dual Completion pada Sumur GNK-114 (GNK-PD80), Struktur Gunung Kemala, wilayah kerja Pertamina EP Prabumulih Field, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Penerapan teknologi tersebut memungkinkan pengujian dua interval reservoir melalui satu sumur dengan konfigurasi Long String dan Short String. Berdasarkan hasil uji produksi, kedua string mencatatkan potensi laju alir gabungan sebesar 5.605,68 barel minyak per hari (BOPD) dan 2,96 juta kaki kubik standar gas per hari (MMSCFD) dalam kondisi open flow.

Pada pengujian Long String di lapisan TAF-K1, laju alir sementara tercatat sebesar 2.873,4 BOPD dan 1,49 MMSCFD melalui natural open flow. Sementara itu, pengujian Short String pada lapisan TAF-C1 dan TAF-C2 mencatatkan laju alir sebesar 2.731,68 BOPD dan 1,47 MMSCFD.

PHR Zona 4 selanjutnya melakukan evaluasi bean performance pada kedua lapisan untuk menentukan konfigurasi produksi yang optimal sebelum sumur memasuki tahap produksi.

Senior Manager Drilling & Well Intervention PHR Zona 4, Eko Hardjani, mengatakan penerapan Dual Completion menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi beberapa lapisan reservoir melalui satu sumur secara efektif dan aman.

“Tantangan pada GNK-114 adalah bagaimana mengoptimalkan potensi beberapa lapisan reservoir melalui satu sumur secara efektif dan tetap aman. Karena itu, Dual Completion menjadi bagian penting dalam strategi completion untuk memungkinkan pengujian dan evaluasi potensi kedua lapisan secara lebih optimal. Dari hasil uji, kedua string menunjukkan potensi alir yang positif dengan total potensi mencapai 5.605,68 BOPD dan 2,96 MMSCFD secara open flow. Bagi PHR Zona 4, hasil ini menjadi input penting dalam menentukan konfigurasi produksi yang paling optimal untuk mendukung pengembangan sumur,” ujar Eko.

Baca Juga :  Cara Mengajukan Take Over KPR Tanpa Ribet

Selain mencatatkan hasil uji produksi tersebut, pelaksanaan pengeboran Sumur GNK-114 juga menunjukkan capaian dari sisi efisiensi waktu dan keselamatan kerja.

Menurut Eko, rangkaian pekerjaan pengeboran hingga uji produksi diselesaikan dalam waktu 37 hari, lebih cepat dibandingkan program yang direncanakan selama 55 hari. Operasi tersebut juga mencatatkan 52.244 safe man hours sejak sumur ditajak, dengan pelaksanaan pekerjaan yang mengacu pada standar operasional yang ditetapkan.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan keberhasilan GNK-114 menunjukkan bahwa nilai suatu teknologi tidak hanya terletak pada keberhasilan penerapannya, tetapi juga pada manfaat yang dihasilkan bagi operasi pelanggan.

“GNK-114 menunjukkan bahwa value dari sebuah solusi teknologi tidak berhenti pada keberhasilan implementasinya, tetapi terlihat dari bagaimana solusi tersebut membantu pelanggan memperoleh informasi yang lebih baik untuk mengoptimalkan sumur. Melalui integrasi kapabilitas Drilling, Completion, dan EWLPP hingga penerapan Dual Completion, Elnusa berupaya memastikan setiap pekerjaan dapat memberikan outcome yang relevan dengan kebutuhan operasi pelanggan,” ujar Andri.

Ia menambahkan, hasil pengujian GNK-114 menjadi salah satu gambaran bagaimana kapabilitas Elnusa dapat memberikan nilai tambah bagi PHR Zona 4. Dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, kemampuan di bidang Drilling, pemasangan completion, dan EWLPP menjadi bagian dari kolaborasi antartim.

Penerapan Dual Completion pada GNK-114 juga melanjutkan kerja sama Elnusa dan PHR Zona 4 dalam mendukung pengembangan lapangan migas. Sebelumnya, Elnusa mendukung penerapan teknologi serupa pada Sumur BNG-D14 di Adera Field.

Sumur BNG-D14 mencatatkan tambahan produksi sekitar 480 BOPD minyak dan 3,3 MMSCFD gas, dibandingkan target awal sebesar 186 BOPD dan 1,09 MMSCFD.

Jika penerapan Dual Completion pada BNG-D14 menunjukkan kontribusi terhadap peningkatan produksi, GNK-114 memperlihatkan pemanfaatan teknologi tersebut untuk memperoleh informasi performa dua lapisan reservoir secara terintegrasi. Informasi ini menjadi salah satu dasar bagi perusahaan dalam mengevaluasi dan menentukan konfigurasi produksi berikutnya.

Baca Juga :  Cara Mencairkan BSU: Syarat, Prosedur, dan Tips Aman

Andri menegaskan, Elnusa akan terus memperkuat kapabilitas Drilling dan Completion serta mengembangkan inovasi teknologi untuk mendukung kebutuhan operasi pelanggan.

“Ke depan, kami ingin terus bertumbuh bersama pelanggan dengan menghadirkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan operasi secara nyata. Bagi Elnusa, keberhasilan bukan hanya ketika pekerjaan selesai, tetapi ketika kapabilitas yang kami hadirkan dapat membantu pelanggan mengambil langkah berikutnya dengan lebih optimal. Melalui penguatan kapabilitas Drilling dan Completion serta inovasi teknologi, kami akan terus mendukung produktivitas lapangan, pencapaian target produksi migas, dan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional,” tutup Andri.

Kolaborasi Elnusa dan PHR Zona 4 melalui pengembangan Sumur GNK-114 diharapkan dapat mendukung optimalisasi potensi reservoir serta menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas lapangan migas nasional. || Red

Informasi Redaksional

Artikel ini diterbitkan oleh AktualKita dan telah melalui proses peliputan, penyuntingan, serta pemeriksaan fakta sesuai standar editorial yang berlaku.

  • Diterbitkan oleh AktualKita
  • Dipublikasikan 19 Oktober 2026, 13:05 WIB
  • Terakhir diperbarui 19 Oktober 2026, 13:05 WIB
  • Ditinjau oleh Editor Redaksi AktualKita
  • Ditulis oleh Redaksi AktualKita
  • Status Editorial ✓ Terverifikasi
Bagikan
Ditulis oleh

Redaksi AktualKita

Redaksi AktualKita mengelola peliputan harian: verifikasi fakta, penyuntingan, dan penerbitan artikel. Fokus kami adalah informasi praktis yang bisa dicek ulang sumbernya, bukan opini tanpa dasar.